Pengertian dan Ruanglingkup Majaz

Pengertian dan Ruanglingkup Majaz
Pengertian dan Ruanglingkup Majaz

Pengertian Majaz

Majaz secara etimologi terbentuk dari kata jâza al-syai’ yajûzuhu (melampaui sesuatu).
Majaz secara terminology menurut al-Jurjani berarti nominal yang dimaksudkan untuk menunjuk sesuatu yang bukan makna tekstual, karena adanya kecocokan antara keduanya (makna tekstual dan kontekstual).

Pembagian Majaz

  1. Majaz Lughawi

Majaz Lughawi adalah ujaran yang digunakan untuk menunjuk sesuatu diluar makna tekstual (dalam istilah percakapan) karena adanya korelasi (dengan makna kiasan), dengan adanya indikasi yang melarang pemaknaan asli (tekstual).

Majaz Lughawi dibagi lagi menjadi dua macam: Isti’arah dan Majaz Mursal.

a. Isti’arah

Isti’arah adalah majaz dimana hubungan antara makna asli dengan makna kiasan bersifat hubungan ke-serupa-an.

Isti’arah dilihat dari segi penyebutan musyabbah dan musyabbah bih-nya dibagi lagi menjadi dua macam:
1)   Al-Isti’arah al-Tashrihiyyah: adalah isti’arah yang diutarakan dengan tetap menyebutkan kata-kata musyabbah bih-nya, contoh:
وأقبل يمشى فى البساط فما درى * إلى البحر يسعى أم إلى البدر يرتقى
2)   Al-Isti’arah al-Makniyyah: adalah isti’arah yang dibuang musyabbah bih-nya dan digantikan dengan sesuatu yang lazim dengan itu, contoh:
وإذا المنية أنشبت أطفارها *   ألفيت كل تميمة لا تنفع

Dilihat dari segi pengambilan kata-kata yang dijadikan isti’arah, isti’arah ada dua macam, yaitu:
a)        Isti’ârah Ashliyyah : yaitu isti’ârah yang mana kata-kata isti’arah-nya berasal dari ism jins (generik noun: kumpulan noun berupa sesuatu non-personal),
contoh:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (إبراهيم: 1(
b)        Isti’ârah Taba’iyyah: yaitu isti’ârah yang kata-kata isti’arah-nya diambil dari isim, fiil ataupun huruf, contoh:
وَلأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ وَأَبْقَى (طه:71(

Dilihat dari pengkiasan musyabbah dan musyabbah bih-nya, isti’arah dibagi menjadi tiga macam:
a)        Al-Isti’arah al-Murasysyahah: yaitu isti’ârah yang disebutkan pengkiasan pada musyabbah bih-nya,
contoh:
أُولَـئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوا الضَّلاَلَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَت تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ (البقرة: 16(
b)        Al-isti’ârah al-Mujarradah: yaitu isti’ârah yang disebutkan pengkiasan pada musyabbah-nya,
contoh:
وليلة مرضت من كل ناحية * فما يضئ لـها نجم ولا قمر
c)        Al-Isti’ârah al-Muthlaqah: yakni isti’ârah yang tidak disebutkan pengkiasan pasa musyabbah dan musyabbah bih-nya, ataupun disebutkan keduanya secara bersamaan,
contoh:
الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَآأَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأَرْضِ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (البقرة: 27(

b. Majâz Mursal

Majâz Mursal adalah majâz dimana hubungan pemaknaannya tidak bersifat ke-serupa-an. Majâz mursal dilihat dari segi pengkiasannya dibagi ke dalam beberapa bentuk, diantaranya:
1)        As-Sababiyyah ,
contoh:
له أياد علي سابغة  *  أعد منها ولا أعددها (المتنبى(
2)        Al-Musabbabiyyah,
contoh:
فمن شهد منكم الشهر فليصمه (الآية(
3)        Al-Kulliyah,
contoh:
يقولون بأفواههم ما ليس في قلوبهم (الآية(
4)        Al-Juz`iyyah,
contoh:
فرجعنك إلى أمك تقر عينها ولا تحزن (الآية(
5)        I’tibâr mâ kâna,
contoh:
وآتو اليتامى أموالـهم (الآية(
6)        I’tibâr mâ yakûnu,
contoh:
إني أرني أعصر خمرا  (الآية(
7)        Al-Hâliyah,
contoh :
واسأل القرية التى كنا فيها (الآية(
8)        Al-Mahalliyah,
contoh:
وأما الذين ابيضت وجوههم ففى رحمة الله (الآية(

    2. Majâz ‘Aqli

Majâz ‘aqli adalah majâz yang menyandarkan fi’il (verb) atau sejenisnya bukan kepada pemaknaan yang sebenarnya karena adanya indikasi yang melarang pemakmaan yang sebenarnya (tekstual).

Ada beberapa model hubungan pengkiasan dalam majâz ‘aqli, diantaranya:
a.    Hubungan sebab akibat, 
contoh:
وإذا تليت عليهم آياته زدتهم إيمانا
b.    Hubungan waktu,
contoh:
يوما يجعل الولدان شيبا
c.    Hubungan tempat,
contoh:
وجعلنا الأنهار تجرى من تحتهم